Selain mengidentifikasi ratusan SPPG bermasalah, BGN juga melakukan klasifikasi terhadap sekitar 3.000 dapur MBG berdasarkan standar kualitas serta keamanan pangan. Di saat yang sama, pengembangan dapur baru diarahkan lebih dulu ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Untuk mempercepat pembenahan, BGN membentuk 11 tim reformasi yang bertugas memperkuat sistem pengawasan, tata kelola, hingga pelaksanaan Program MBG. Reformasi juga difokuskan agar manfaat program benar-benar diterima kelompok masyarakat yang paling membutuhkan, sekaligus memperkuat organisasi melalui pelibatan tenaga profesional dari berbagai kementerian dan lembaga.
Qodari menegaskan, pergantian kepemimpinan di tubuh BGN bukan berarti mengubah arah kebijakan pemerintah terhadap Program MBG. Menurutnya, Sudaryono kini melanjutkan proses pembenahan yang telah dimulai sebelumnya agar pelaksanaan program semakin efektif dan responsif terhadap berbagai persoalan di lapangan.
"Program MBG tetap menjadi komitmen utama pemerintah dan akan terus dijalankan sebagai investasi strategis untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045," tegas Qodari.