estoria.id - Pidato Presiden Prabowo Subianto di hadapan para pengusaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia kembali menjadi perbincangan di media sosial. Tayangan yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat (31/07/2026) itu memicu polemik setelah sebagian warganet menilai ada bagian pidato yang hilang.
Sorotan muncul ketika Presiden Prabowo membahas isu kepemilikan senjata nuklir di sejumlah negara Timur Tengah. Di tengah pembahasan tersebut, tayangan tiba-tiba beralih ke cuplikan lain sehingga bagian yang dimaksud tidak lagi terlihat.
Sejumlah pengguna media sosial mengaku video tersebut sempat menghilang dari kanal YouTube Sekretariat Presiden. Tak lama kemudian, video kembali tersedia, namun disebut telah dipotong sehingga memunculkan berbagai spekulasi.
Kolom komentar kanal YouTube Sekretariat Presiden pun dibanjiri pertanyaan dari warganet. Akun @Ameswangy. menulis, “Mana nuklirnya? Kok di cut?”
Sementara akun @rivaldiumarabatistuta2967. berkomentar singkat, “Mana nuklirnya wo.”
Komentar serupa juga disampaikan akun @fegito9206. yang mempertanyakan hilangnya bagian pidato tersebut. "Bagian senjata nuklir negara Timur Tengah kok hilang," tulisnya.
Di sisi lain, akun @lunanurwibisana menuding bagian pidato tersebut sengaja dihapus. Dalam komentarnya, akun itu menulis, “Video bahas nuklir yang dicut hilang ya? Keknya kalian mulai capek ngebersihin semua omongan balita tua ini.”
Sementara akun @Poison Rose-p2w, yang mengaku telah menyimpan rekaman sebelum tayangan diduga dipotong, merangkum isi pidato yang menurutnya membahas Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Mesir dalam konteks kepemilikan atau keinginan memiliki senjata nuklir. Akun tersebut juga menyebut rekaman itu masih beredar di platform X.
Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari Sekretariat Presiden terkait alasan hilangnya potongan pidato tersebut maupun dugaan penyuntingan video di kanal YouTube resmi pemerintah.