"Yang tadi disampaikan teman-teman kru, api berasal dari belakang. Sedangkan alat penyelamat itu semua di belakang posisinya. Sekoci, ILR, semuanya di belakang," ungkapnya.
Situasi tersebut, lanjut Pondang, membuat nakhoda mengambil keputusan mengarahkan seluruh penumpang menuju haluan atau bagian depan kapal demi menjauh dari sumber api. Saat kobaran semakin membesar, penumpang kemudian diminta menyelamatkan diri dengan melompat ke laut.
"Jadi, nakhoda katanya menyampaikan penumpang dialokasikan ke haluan semua untuk lompat pada saat kapal mulai terbakar," katanya.
Pondang kembali menegaskan bahwa seluruh perlengkapan keselamatan di kapal dalam kondisi tersedia, termasuk APAR, sekoci, pelampung, dan jalur evakuasi. Menurutnya, perubahan arah evakuasi ke haluan semata-mata dilakukan karena titik api berada di buritan.
"Ada, sekoci, alat pelampung. Jalur evakuasinya yang dialokasikan sama nakhoda itu ke haluan karena api berasal dari buritan. APAR ada semua di kapal. Lengkap," tegasnya.