"Teknologi ini bukan menggantikan petani. Teknologi ini membantu petani dan pemerintah mengambil keputusan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih tepat sasaran," ucap Mirza.

 

Pemprov Tegaskan Tak Pakai APBD

Di tengah kecanggihan teknologi yang dibawanya, Pemprov Lampung memastikan pembangunan hingga peluncuran Lampung-1 tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

 

Satelit tersebut dibangun, dimiliki, sekaligus dioperasikan oleh STAR.VISION Aerospace. Sementara Pemprov Lampung berada dalam posisi sebagai mitra yang memanfaatkan data satelit untuk mendukung pembangunan daerah.

 

Kerja sama tersebut turut menyasar peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Sejumlah talenta Indonesia, termasuk aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Lampung, mendapat kesempatan mendalami teknologi satelit, penginderaan jauh, hingga kecerdasan buatan bersama STAR.VISION.

 

"Investasi terbesar dari kerja sama ini bukan hanya teknologi yang diluncurkan ke ruang angkasa, tetapi manusia yang dipersiapkan untuk memahami, menguasai, dan memanfaatkannya," tegas Mirza.