Selanjutnya, pengangguran dari lulusan Sekolah Dasar (SD) ke bawah mencapai 17,18 persen, lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 15,65 persen, kemudian lulusan D4 hingga S3 sebesar 14,31 persen, dan paling kecil berasal dari lulusan Diploma I hingga III sebesar 2,48 persen.

 

Di sisi lain, BPS juga melaporkan jumlah penduduk yang bekerja pada Mei 2026 mencapai 148,19 juta orang. Mayoritas tenaga kerja masih didominasi oleh lulusan SD atau sederajat, yang mencapai 52,46 juta orang atau sekitar 35,40 persen dari total pekerja.

 

Komposisi berikutnya diisi lulusan SMA sebesar 20,72 persen, SMP sebesar 17,58 persen, SMK sebesar 13,12 persen, lulusan D4 hingga S3 sebesar 10,75 persen, dan lulusan D1 hingga D3 sebesar 2,42 persen.

 

Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun tingkat pendidikan tinggi terus meningkat, lulusan perguruan tinggi masih menghadapi tantangan besar dalam memasuki pasar kerja. Sementara itu, lulusan SMA dan SMK tetap menjadi kelompok yang paling banyak menyumbang angka pengangguran di Indonesia berdasarkan data terbaru BPS.