estoria.id – Kunjungan kerja Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama ke Kecamatan Merbau Mataram mendadak menjadi sorotan publik. Mobil dinas yang ditumpanginya harus melaju sangat pelan saat melintasi jalan rusak parah di wilayah Desa Helau dan Desa Baru Ranji, Sabtu (08/08/2026).

 

Momen tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial. Dalam rekaman berdurasi lebih dari dua menit itu, kendaraan berpelat merah yang dikawal sejumlah petugas terlihat berjuang melewati jalan berbatu, berlubang, dan penuh genangan.

 

Di tengah perjalanan, seorang warga yang merekam kejadian itu menyampaikan keluhan secara langsung kepada sang bupati. Ia meminta pemerintah segera memperbaiki akses jalan yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat.

 

“Pak, mohon perhatiannya. Tolong jalan diperbaiki, Pak. Sudah lama. Katanya terakhir sentuhan renovasi itu tahun 2007,” ujar warga tersebut.

 

Keluhan itu bukan tanpa alasan. Menurut warga, kondisi jalan yang rusak telah menyulitkan aktivitas sehari-hari dan bahkan menyebabkan sejumlah kecelakaan.

 

“Sudah benar-benar, Pak, korbannya. Sampai ada yang pingsan. Di atas lebih parah lagi, Pak. Tolong Pak, jangan janji-janji saja. Susah sekali kami di sini,” katanya.

 

Mendengar keluhan tersebut, Radityo membuka kaca jendela mobil dan mendengarkan langsung aspirasi warga. Ruas jalan yang dilintasi itu diketahui menjadi akses penting bagi masyarakat Desa Tanjung Baru dan Desa Baru Ranji.

 

Bupati Kaget Lihat Kondisi di Lapangan

Saat dikonfirmasi terpisah, Radityo mengaku terkejut setelah melihat langsung kondisi jalan yang selama ini dikeluhkan warga. Ia bahkan mengaku tidak pernah menerima laporan yang menggambarkan tingkat kerusakan separah yang ditemuinya di lapangan.

 

“Kalau saya enggak ke sini, saya enggak ngerti kalau jalanannya separah itu. Saya benar-benar tidak tahu karena tidak pernah mendapat laporan seperti ini dari lapangan,” kata Radityo, Senin (10/08/2026).

 

Ia mengaku langsung menegur camat setempat karena merasa informasi mengenai kondisi jalan tidak pernah sampai secara utuh ke pemerintah kabupaten.

 

“Makanya tadi saya tegur camat. Saya marah betul karena saya enggak tahu separah itu jalanannya,” ujarnya.

 

Menurut Radityo, laporan dari bawah seharusnya tidak hanya berupa tulisan, tetapi juga dilengkapi dokumentasi visual agar pemerintah daerah bisa memahami kondisi nyata yang dihadapi masyarakat.

 

Perbaikan Dijanjikan Mulai Akhir Tahun

Radityo mengatakan ruas jalan tersebut sebenarnya telah masuk dalam rencana perbaikan pemerintah daerah pada tahun 2026. Ia memastikan penanganan akan mulai dilakukan setelah anggaran tersedia.

 

“Bismillah, akhir tahun ini ada perbaikan,” ujarnya.

 

Namun, ia juga mengakui persoalan infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Dengan wilayah yang luas dan keterbatasan anggaran, pemerintah harus menentukan prioritas pembangunan.

 

“Jalan di Lampung Selatan 30 persen rusak, 70 persen rusak banget,” kata Radityo.

 

Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti mengatur kebutuhan rumah tangga dengan dana yang terbatas.

 

Lampung Selatan luas, sementara duitnya terbatas. Jadi harus pintar-pintar membagi jatah. Sama seperti kebutuhan di dapur rumah tangga, kebutuhannya banyak tetapi uangnya terbatas,” tuturnya.

 

Meski demikian, Radityo memastikan pemerintah daerah akan memetakan titik-titik jalan yang paling mendesak untuk diperbaiki, termasuk ruas jalan yang menjadi sorotan warga dalam kunjungannya kali ini.