Polisi kemudian mencoba membubarkan massa dengan menyemprotkan air. Upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Setelah kondisi semakin memanas, aparat akhirnya menembakkan gas air mata ke arah kerumunan. Massa pun berhamburan meninggalkan lokasi dan aksi pelemparan berangsur berhenti.
Sebelum bentrokan terjadi, ribuan warga mengikuti zikir dan doa bersama yang digelar untuk memperingati Hari Damai Aceh. Di sela kegiatan itu, sejumlah orang tampak mengibarkan bendera bulan bintang dengan berbagai ukuran di area gapura Masjid Raya Baiturrahman.
Pengibaran bendera diawali oleh seorang pemuda yang memanjat gapura kompleks masjid. Momen tersebut menarik perhatian peserta dan memicu kerumunan di sekitar lokasi.
Ketegangan juga sempat muncul ketika beberapa anggota kepolisian memasuki area halaman masjid. Kehadiran aparat memicu reaksi sebagian massa yang melemparkan gelas plastik dan botol air mineral ke arah polisi hingga mereka berlari keluar dari kompleks masjid.
Salah seorang peserta zikir, M Jamil, mengaku datang dari Kabupaten Pidie Jaya untuk mengikuti doa bersama atas ajakan para ulama. Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan mendoakan Aceh agar tetap damai, adil, dan sejahtera.