Bupati mengungkapkan, kondisi cuaca di Sumenep tidak merata. Kawasan bagian barat dilaporkan sudah mulai diguyur hujan, sedangkan sebagian wilayah timur masih relatif kering. Perbedaan tersebut menjadi sinyal bahwa musim kemarau mulai bergerak menuju masa transisi.

 

Karena itu, petani diminta tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan kebiasaan musim tanam tahun-tahun sebelumnya. Mereka harus memperhatikan perkembangan cuaca terkini di wilayah masing-masing sebelum mengeluarkan biaya produksi.

 

Fauzi mengakui sebagian petani kemungkinan sudah menyiapkan modal untuk kebutuhan tanam. Pemerintah tidak melarang apabila mereka tetap melanjutkan penanaman, namun seluruh risiko harus diperhitungkan secara matang.

 

Menurutnya, kerugian dapat terjadi apabila tanaman yang baru ditanam kemudian terkena hujan dengan intensitas yang tidak sesuai kebutuhan tanaman tembakau. Kondisi tersebut berpotensi membuat modal yang telah dikeluarkan tidak kembali.

 

"Yang terpenting adalah bagaimana petani bisa membaca situasi cuaca dengan baik. Jangan sampai modal yang sudah disiapkan justru hilang karena salah memperhitungkan kondisi alam," ujarnya.