estoria.id - Insiden melibatkan jet tempur Sukhoi milik TNI Angkatan Udara (TNI AU) terjadi di kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Senin (24/8/2026) pagi.
Pesawat dilaporkan tergelincir sekitar pukul 09.45 Wita saat berada di kawasan landasan. Jet tempur tersebut kemudian keluar dari area runway dan berhenti di bagian pinggir lapangan, tidak jauh dari pagar pembatas pangkalan yang berbatasan dengan jalan raya.
Dari kondisi di lokasi, pesawat tampak berada dalam posisi miring. Sejumlah personel terlihat dikerahkan untuk mengamankan area, sementara kendaraan pemadam kebakaran juga disiagakan di sekitar pesawat.
Proses evakuasi masih berlangsung. Petugas melakukan pengamanan di sekitar lokasi, terutama pada area yang berdekatan dengan pagar pembatas pangkalan udara.
Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pesawat sampai tergelincir dan keluar dari jalur landasan. Kronologi lengkap kejadian juga belum diketahui.
Kepala Penerangan Lanud Sultan Hasanuddin, Letkol Yudha, belum memberikan penjelasan ketika dikonfirmasi terkait insiden tersebut.
Pihak Angkasa Pura juga belum menyampaikan informasi mengenai kejadian tersebut.
Selain penyebab insiden, kondisi pesawat dan kemungkinan adanya korban juga masih menunggu informasi resmi dari pihak berwenang. Hingga saat ini, petugas masih melakukan penanganan serta memastikan area sekitar lokasi tetap aman.
Insiden ini menjadi perhatian karena lokasi pesawat yang tergelincir berada di bagian luar area runway dan relatif dekat dengan pagar pembatas yang berbatasan dengan jalan raya.
Lanud Sultan Hasanuddin sendiri merupakan pangkalan bagi Skadron Udara 11 yang mengoperasikan jet tempur Sukhoi. Indonesia diketahui mengoperasikan 16 unit Sukhoi yang terdiri dari tipe Su-27 dan Su-30 buatan Rusia.
Pesawat-pesawat tersebut menjadi bagian dari kekuatan TNI AU dalam menjaga dan mengamankan wilayah udara Indonesia.
Informasi mengenai insiden jet tempur Sukhoi ini masih menunggu keterangan resmi dari TNI AU. Perkembangan terkait proses evakuasi, kondisi pesawat, serta penyebab tergelincirnya pesawat akan diketahui setelah dilakukan pemeriksaan dan penanganan di lokasi.