“Penanaman 1.500 bibit mangrove kita lakukan secara bertahap mulai dari kemarin sampai hari ini. Kenapa dilakukan bertahap? Karena pada tanggal-tanggal ini waktu surutnya air cukup cepat,” ujar Supanji.

 

Ia menjelaskan, jika seluruh bibit dipaksakan ditanam dalam satu waktu, prosesnya diperkirakan membutuhkan waktu cukup panjang. Karena itu, penanaman dibagi menjadi dua tahap agar kegiatan berjalan lebih efektif.

 

Lebih dari sekadar menanam pohon, JMSI berharap gerakan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kawasan pesisir Pantai Matahari. Mangrove dinilai memiliki peran penting dalam membantu melindungi garis pantai dari ancaman abrasi sekaligus menjaga ekosistem pesisir.

 

“Ini merupakan langkah kecil dari teman-teman JMSI, tetapi besar harapan kami semoga memberikan dampak yang besar terhadap lingkungan, utamanya menjaga bibir pantai, menjaga kawasan pesisir dari abrasi dan lain sebagainya,” katanya.

 

Supanji menegaskan, kepedulian terhadap lingkungan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. JMSI Sumenep berkomitmen menjadikan gerakan tersebut sebagai agenda yang terus dilakukan secara berkelanjutan.