"Jika setiap kritik terhadap seorang figur otomatis dianggap kritik terhadap organisasinya, maka kita sedang terjebak dalam fallacy berpikir," ujarnya.
Gus Najmi menekankan bahwa persoalan utama yang disoroti Cak Imin adalah kapasitas serta hasil dari sebuah kepemimpinan. Karena itu, menurut dia, identitas organisasi seseorang tidak semestinya menggeser substansi kritik yang disampaikan.
Ia juga mengingatkan agar polemik tersebut tidak berkembang menjadi pertentangan antarkelompok pergerakan mahasiswa dan pemuda.
"Jangan sampai narasi evaluasi kepemimpinan ini dipelintir menjadi adu domba antar-organisasi pergerakan. Perbedaan analisis itu sehat, namun persatuan gerakan mahasiswa dan pemuda harus tetap yang utama," katanya.
Gus Najmi turut menegaskan posisi Cak Imin sebagai bagian dari lingkungan NU dan tradisi pesantren. Karena itu, kritik terhadap kondisi NU disebutnya merupakan bentuk perhatian terhadap organisasi yang dianggap sebagai bagian dari rumahnya sendiri.