Tahapan ini menjadi bagian penting karena nama-nama tersebut akan masuk ke proses pembahasan selanjutnya bersama jajaran AHWA.
Rais Aam KH Miftachul Akhyar bersama delapan anggota AHWA lainnya kemudian akan bermusyawarah untuk memberikan persetujuan terhadap calon Ketua Umum PBNU.
Dari proses tersebut, satu nama akan ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031.
Dengan demikian, setelah posisi Rais Aam diputuskan, Muktamar ke-35 NU kini memasuki fase penentuan sosok yang akan menjadi Ketua Umum PBNU sekaligus memimpin organisasi untuk lima tahun mendatang.