Santri lainnya, Rk, memiliki pengalaman berbeda. Ia mengaku menyantap olahan sayuran hingga habis. Namun, menurutnya, makanan tersebut terasa kecut atau masam. Keluhan kemudian muncul beberapa jam setelah makan.
“Lalu pada Magrib saya mual dan pusing,” ujarnya.
Olahan sayuran dalam menu MBG turut menjadi perhatian. Sejumlah santri menyebut makanan tersebut berupa kacang panjang, sementara keterangan lainnya menyebut buncis.
Namun, belum dapat dipastikan jenis makanan maupun penyebab pasti munculnya gejala yang dialami para santri. Dugaan keterkaitan dengan menu MBG masih membutuhkan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.
Saat kejadian berlangsung, sejumlah rumah sakit dan puskesmas di Sidoarjo menerima para santri yang mengalami keluhan. Area pesantren juga tampak mendapat penjagaan personel TNI.