estoria.id - Kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, terus bertambah. Hingga Rabu (2/9/2026), jumlah santri yang mengalami keluhan diduga keracunan mencapai 566 orang.

 

Di tengah bertambahnya jumlah korban, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Rafli Ridho, menyampaikan permintaan maaf. Ia mengaku menyesal atas kejadian yang menimpa para santri penerima program MBG tersebut.

 

“Mohon maaf ya, saya menyesal,” ujar Rafli kepada awak media, Rabu (2/9/2026).

 

Rafli mengatakan proses pengolahan makanan MBG pada hari kejadian dilakukan sebagaimana prosedur yang selama ini dijalankan. Aktivitas memasak disebut dimulai sejak tengah malam.

 

“Seperti biasa, ya jam 00.00 WIB mulai ngolah,” katanya.

 

Makanan kemudian dikirim kepada para penerima sekitar pukul 11.00 WIB.

 

Namun, persoalan tidak hanya muncul di lingkungan pesantren. Pihak SPPG juga menerima laporan adanya siswa dari sekolah lain yang mengalami keluhan serupa.

 

Sebanyak lima siswa dari SDN Kalitengah 1 dan SDN Kalitengah 2 dilaporkan mengalami dugaan keracunan. Laporan tersebut diterima pihak SPPG pada Selasa (1/9/2026) malam.

 

“Ya laporannya masuknya tadi malam. Setelah konfirmasi pada keracunan,” ujar Rafli.

 

Jumlah Korban Tembus 566 Orang

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr Lakhsmie Herawati Yuwantina, mengungkap adanya penambahan korban yang harus mendapatkan penanganan medis.

 

Menurut Lakhsmie, sebelumnya terdapat 531 orang yang telah tercatat mengalami dugaan keracunan. Jumlah tersebut bertambah setelah sekitar 35 orang kembali dievakuasi ke rumah sakit pada Rabu.

 

“Kurang lebih ada 35 (evakuasi hari ini). Di RSUD kemungkinan di RS Delta Surya juga ada,” kata Lakhsmie.

 

Dengan tambahan tersebut, total korban yang tercatat dalam kasus dugaan keracunan MBG di Ponpes Manbaul Hikam kini mencapai 566 orang.