“Jenderal punya hutan, konglomerat punya hutan. Orang Papua nggak punya, kita cuma numpang ini,” sambungnya.

 

Kalimat “kita cuma numpang” menjadi bagian paling mencolok dari pernyataan Kambu. Sebab, ia sedang berbicara mengenai masyarakat yang hidup di tengah kekayaan alam Papua, tetapi menurutnya belum memiliki kendali maupun manfaat yang sepadan atas sumber daya tersebut.

 

Kambu juga menyebut Papua sebagai wilayah yang “seksi” untuk kepentingan pengambilan hasil hutan. Namun, di tengah eksploitasi kekayaan alam itu, ia mempertanyakan posisi masyarakat Papua.

 

Bagi Kambu, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut hutan, melainkan juga tentang siapa yang mendapatkan manfaat dari kekayaan alam Papua dan siapa yang justru hanya menyaksikan dari dekat.

 

Sorotan itu disampaikan langsung di hadapan Zulhas. Pernyataan Kambu pun membuka kembali perdebatan mengenai pengelolaan sumber daya alam Papua, khususnya soal keterlibatan masyarakat lokal dalam menikmati hasil kekayaan alam di wilayahnya sendiri.