estoria.id – Duka menyelimuti Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah. Kebakaran hebat yang terjadi pada Senin (7/9/2026) dini hari tidak hanya menghanguskan puluhan bangunan, tetapi juga merenggut 11 nyawa.
Tragedi tersebut kini memasuki tahap penyelidikan dan identifikasi. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua Tengah diterjunkan untuk memastikan identitas seluruh korban meninggal dunia.
Tim DVI tiba di Enarotali pada Selasa (8/9/2026) malam. Tanpa menunggu lama, para ahli forensik langsung menuju RSUD Paniai untuk memulai proses identifikasi jenazah.
Kapolres Paniai AKBP Royke Betaubun membenarkan kedatangan tim tersebut. Menurutnya, proses identifikasi menjadi langkah penting sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga.
“Memang benar tim DVI Polda Papua Tengah sudah tiba dan langsung bekerja di RSUD Paniai untuk melakukan proses identifikasi,” kata Royke dari Jayapura, Selasa malam.
Enam Korban Merupakan Anak-anak
Kobaran api yang muncul sekitar pukul 00.25 WIT itu dengan cepat menyebar di kawasan pasar yang dipenuhi bangunan dan permukiman berbahan kayu.
Dalam waktu singkat, sekitar 40 bangunan dilaporkan ludes terbakar. Warga yang tengah terlelap pun harus berhadapan dengan situasi darurat yang berlangsung begitu cepat.
Polisi mencatat terdapat 11 korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Lima korban merupakan orang dewasa, sedangkan enam lainnya masih anak-anak.
Kelima korban dewasa yang telah terdata yakni Najamuddin (70), pasangan suami istri Hasyim (30) dan Risma Falma (28), serta pasangan suami istri Wandi (36) dan Herlina (30).
Sementara enam korban anak-anak masing-masing bernama Arsi (9), Icha (6), Al Yusuf (2), Aska (9), Abie (6), dan Adit (5).
Tangis keluarga dan kerabat korban pecah di RSUD Paniai. Mereka menunggu kepastian identitas sekaligus berharap dapat segera memberikan penghormatan terakhir kepada anggota keluarga yang telah pergi.
Labfor Telusuri Titik Awal Api
Polda Papua Tengah tidak hanya mengirimkan tim DVI. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) juga diterjunkan untuk mengungkap penyebab kebakaran.
Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan menyisir sisa-sisa bangunan yang terbakar. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menemukan titik awal munculnya api atau point of origin, sekaligus mencari kemungkinan adanya bahan yang menjadi pemicu kebakaran.
Penyelidikan juga mulai mengarah pada keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi.
Kapolres Paniai mengungkapkan, polisi memperoleh informasi dari seorang saksi yang melihat dua orang berada di depan salah satu rumah sebelum kebakaran terjadi.
“Berdasarkan keterangan sementara, ada saksi yang melihat dua orang berada di depan salah satu rumah sebelum api menyala,” ujar Royke.
Keterangan tersebut kini didalami penyidik. Polisi masih harus mencocokkan kesaksian dengan hasil olah TKP dan pemeriksaan laboratorium sebelum menyimpulkan penyebab kebakaran.
Kerugian Ditaksir Rp2 Miliar
Kebakaran Pasar Bapouda juga menimbulkan kerugian materiil yang tidak sedikit. Nilai kerugian sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar.
Kerugian tersebut meliputi puluhan kios, rumah warga, serta berbagai barang dagangan yang ikut musnah dilalap api.
Saat ini, pemerintah daerah bersama kepolisian masih berkoordinasi menangani dampak kebakaran. Selain memastikan proses identifikasi dan pemulangan jenazah kepada keluarga, perhatian juga diarahkan pada warga yang kehilangan tempat tinggal maupun harta benda.