estoria.id - Halimah Yacob mencatat sejarah baru dalam perjalanan politik Singapura. Perempuan kelahiran Queen Street itu akan dilantik sebagai Presiden Singapura pada Rabu, 13 September 2017.
Namanya menjadi satu-satunya kandidat yang dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan oleh Komite Pemilu Presiden. Dari lima nama yang sempat muncul, hanya Halimah yang memperoleh Sertifikat Kesesuaian dan Sertifikat Masyarakat.
Halimah pun otomatis menjadi Presiden ke-8 Singapura sekaligus perempuan pertama yang menduduki jabatan kepala negara tersebut.
Kemenangannya juga memiliki makna khusus dari sisi representasi etnis. Perubahan aturan pemilihan presiden yang disahkan parlemen pada November 2016 menetapkan mekanisme pemilihan berdasarkan kelompok etnis yang belum memperoleh kesempatan menduduki kursi kepresidenan selama lima masa jabatan berturut-turut.
Pada periode tersebut, giliran masyarakat Melayu mendapatkan kesempatan.