estoria.id — Gelombang kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terus bermunculan di ruang publik akhirnya mendapat tanggapan langsung dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.

 

Di tengah sorotan terkait pelaksanaan program tersebut, Sudaryono justru menilai kegaduhan mengenai MBG lebih banyak terjadi di media sosial dibandingkan kondisi nyata di lapangan.

 

Menurut dia, secara umum masyarakat yang menjadi penerima manfaat tidak menghadapi persoalan berarti. Kritik yang ramai terdengar, kata Sudaryono, justru banyak datang dari kalangan di sekitar program, mulai guru, orang tua siswa, wartawan hingga sejumlah pihak yang disebutnya sebagai oknum lembaga swadaya masyarakat (LSM).

 

"Kenapa ramai? Satu, adalah faktor ideologis, ini urusan politik. Yang meramaikan itu gurunya, orang tua siswanya, wartawannya, hingga oknum LSM. Tapi kalau Anda lihat secara keseluruhan di bawah, orang-orang sebenarnya nggak ada masalah sama MBG," ujar Sudaryono melalui video yang diunggah akun Instagram @dardardar_30, Senin (14/9/2026).

 

Namun, di balik pernyataannya tersebut, Sudaryono mengakui BGN memang sedang melakukan pembenahan besar-besaran terhadap pelaksanaan MBG.

Salah satu langkah yang diambil adalah menutup dapur penyedia makanan yang dinilai tidak memenuhi standar. Jumlahnya bukan sedikit. Sudaryono menyebut hampir 2.000 dapur telah ditutup.