BGN pun menyatakan terbuka terhadap opsi tersebut. Sudaryono mengatakan pihaknya akan menghitung kembali kebutuhan anggaran dengan mempertimbangkan pembenahan data penerima manfaat serta kondisi pelaksanaan MBG di lapangan.

 

"Untuk di bawah Rp200 triliun tahun depan, kami berusaha seefisien mungkin. Nanti kami coba bahas lagi dengan Pak Menteri Keuangan dan juga kami bahas secara internal, kami hitung lagi," kata Sudaryono pada 3 September 2026.

 

Menurut Sudaryono, besarnya anggaran bukan menjadi tujuan utama. Yang lebih penting adalah seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada masyarakat dari setiap anggaran yang digunakan.

 

"Kami intinya gini, semua anggaran, mau besar, mau kecil, itu uang negara, uang rakyat. Tentu saja saya sebagai Kepala BGN harus mempertanggungjawabkan anggaran itu sebaik mungkin," ujarnya.

 

Ia menambahkan, BGN akan berupaya mencari pola penggunaan anggaran yang lebih efisien.