estoria.id - Perombakan Kabinet Merah Putih pada Kamis (1/10/2026) membawa perubahan besar pada struktur pemerintahan. Presiden Prabowo Subianto memberikan jabatan baru kepada Bahlil Lahadalia, sekaligus mempertahankannya sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

 

Bahlil resmi dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi di Istana Negara, Jakarta.

 

Jabatan tersebut merupakan nomenklatur baru dalam struktur kabinet pemerintahan Prabowo. Tak berhenti pada satu posisi, Bahlil juga tetap memegang kursi Menteri ESDM.

 

Dengan demikian, Bahlil kini berada di dua posisi strategis sekaligus: mengoordinasikan agenda hilirisasi dan transisi energi sebagai Menko, sembari tetap mengendalikan kementerian teknis yang berkaitan langsung dengan sektor energi dan sumber daya mineral.

 

Pengangkatan Bahlil ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 104P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. Keppres tersebut ditetapkan Presiden Prabowo pada 30 September 2026.

 

Sebelum pelantikan, Bahlil bahkan telah mengungkap bahwa dirinya akan mendapat tugas ganda.

 

Ia mengaku menerima telepon dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terkait penugasan tersebut.

 

"Memang saya dapat telepon dari Pak Seskab, untuk Menko merangkap Menteri ESDM. Kita jalankan semua tugas dari Bapak Presiden," ujar Bahlil saat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (1/10/2026).

 

Penugasan itu membuat Bahlil tidak sekadar naik ke posisi koordinatif. Ia tetap mempertahankan jabatan teknis yang sebelumnya diembannya.

 

Bahlil pertama kali masuk ke kursi Menteri ESDM pada 19 Agustus 2024. Saat itu, Presiden Joko Widodo menunjuknya menggantikan Arifin Tasrif untuk menyelesaikan masa jabatan Kabinet Indonesia Maju.

 

Tak lama berselang, posisi tersebut kembali dipercayakan kepadanya ketika Presiden Prabowo membentuk Kabinet Merah Putih. Bahlil dilantik sebagai Menteri ESDM pada 21 Oktober 2024 untuk periode pemerintahan 2024–2029.

 

Kini, tanggung jawabnya bertambah.

 

Sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil berada pada posisi yang mengoordinasikan agenda lintas kementerian di bidang hilirisasi dan perubahan sistem energi. Pada saat bersamaan, sebagai Menteri ESDM, ia tetap menangani kementerian teknis yang menjadi salah satu sektor utama dalam agenda tersebut.

 

Pelantikan Bahlil menjadi bagian dari reshuffle Kabinet Merah Putih yang digelar Prabowo pada hari yang sama. Sejumlah pejabat baru juga dilantik untuk mengisi posisi strategis pemerintahan.