Ketua Program Studi PIAUD sekaligus Dosen Pendamping Lapangan, Ainul Hasanah, M.Si., mengatakan PPL 2 dirancang untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam menghadapi keberagaman karakter dan kebutuhan peserta didik di lembaga PAUD.

 

“PPL 2 ini kami adakan sebagai bentuk peningkatan kompetensi mahasiswa di bidang PAUD, terutama berkenaan dengan cara mendidik ABK di lembaga PAUD. Tujuan ini selaras dengan visi Prodi PIAUD, yaitu unggul dalam melahirkan tenaga pendidik profesional yang mampu menciptakan pendidikan ramah anak dengan berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah,” ujarnya.

 

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengalaman pertama bagi mahasiswa PIAUD tersebut menjalani praktik mengajar di sekolah inklusi.

 

Pada dua hari pertama, mahasiswa tidak langsung mengambil alih pembelajaran. Mereka terlebih dahulu mendapat pendampingan dari guru pamong untuk mengenali karakter anak, memahami dinamika kelas, hingga mempelajari pola pembelajaran yang diterapkan di sekolah inklusi.

 

Tahap pengenalan tersebut menjadi bagian penting sebelum mahasiswa benar-benar terjun ke kelas. Sebab, mendidik anak usia dini, terlebih anak berkebutuhan khusus, membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan pendekatan yang tidak bisa disamaratakan.