Setelah melewati masa pendampingan, mahasiswa mulai diberikan kesempatan mengajar secara langsung. Mereka diwajibkan melakukan sedikitnya 10 kali tatap muka selama pelaksanaan PPL 2.

 

Dalam proses tersebut, mahasiswa tidak sekadar belajar menyampaikan materi pembelajaran. Mereka juga dituntut mampu mengamati perkembangan anak, mengenali kebutuhan masing-masing peserta didik, serta menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi dan karakter anak.

 

Pengalaman di sekolah inklusi ini menjadi pembelajaran penting bahwa pendidikan anak usia dini bukan hanya tentang bagaimana mengajar, tetapi juga bagaimana memahami, mendampingi, dan memberikan ruang yang setara bagi setiap anak.

 

Melalui PPL 2, Prodi PIAUD Universitas Annuqayah berharap mahasiswa memiliki bekal yang lebih kuat ketika nantinya terjun sebagai pendidik profesional.