“Musik Tong-tong merupakan salah satu kekuatan budaya Sumenep yang harus terus kita jaga dan kembangkan. Event ini bukan hanya hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana promosi pariwisata dan identitas daerah,” ujar Faruk, Selasa (13/10/2026).
Pengakuan Festival Musik Tongtong dalam KEN menjadi peluang bagi Pemkab Sumenep untuk memperluas jangkauan promosi. Dengan penyelenggaraan yang menarik serta dukungan berbagai pihak, kesenian tersebut diharapkan mampu menarik perhatian wisatawan di luar Madura.
Namun, strategi promosi budaya dalam peringatan Hari Jadi ke-757 Sumenep tidak hanya mengandalkan festival musik. Pemkab juga menghadirkan agenda yang menonjolkan akar sejarah dan tradisi masyarakat setempat.
Dua di antaranya ialah Haul Raja-Raja Sumenep dan prosesi Arya Wiraraja. Kedua kegiatan tersebut melengkapi Festival Musik Tongtong dengan pendekatan yang berbeda, yakni mengajak masyarakat mengenang perjalanan sejarah sekaligus merawat tradisi yang diwariskan lintas generasi.
Rangkaian kegiatan itu memperlihatkan bahwa kekayaan budaya Sumenep tidak hanya terletak pada kesenian pertunjukan, tetapi juga mencakup nilai sejarah dan tradisi yang membentuk identitas masyarakatnya.