Faruk berharap perpaduan agenda seni, sejarah, dan tradisi tersebut dapat memperkuat posisi Sumenep sebagai daerah yang memiliki daya tarik wisata berbasis kebudayaan.

 

Ia menegaskan, keberhasilan kegiatan budaya tidak cukup diukur dari jumlah pengunjung atau kemeriahan acara saat berlangsung. Dampak yang lebih penting adalah keberlanjutan manfaatnya bagi masyarakat, baik dalam menjaga warisan leluhur maupun menciptakan peluang ekonomi.

 

“Harapan kami, kegiatan budaya seperti ini terus mendapat dukungan masyarakat. Selain menjaga warisan leluhur, kita ingin semakin banyak orang mengenal Sumenep melalui kekayaan seni, sejarah, dan tradisinya,” tandasnya.