Ramli mengingatkan bahwa pekerjaan bendahara tidak sebatas mencatat uang masuk dan keluar. Posisi tersebut juga menuntut kemampuan mengelola administrasi keuangan serta menyusun laporan yang akurat sebagai bentuk pertanggungjawaban atas aktivitas usaha koperasi.

 

Menurutnya, pengelolaan keuangan yang tertib akan membantu pengurus mengetahui kondisi keuangan koperasi secara lebih jelas. Dengan begitu, setiap keputusan usaha dapat didasarkan pada data yang tercatat, bukan sekadar perkiraan.

 

“Dalam pengelolaan koperasi, administrasi keuangan yang tidak tertata berpotensi menyulitkan pengawasan, menghambat evaluasi usaha, serta mengurangi kepercayaan anggota. Sebaliknya, pencatatan yang akurat dan pelaporan yang terbuka dapat membantu pengurus menjaga kepercayaan sekaligus memperkuat kelembagaan koperasi,” katanya menjelaskan.

 

Karena itu, peserta pelatihan diharapkan tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kegiatan operasional KDKMP di wilayah masing-masing.

 

“Materi yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan dalam pengelolaan koperasi di desa dan kelurahan masing-masing, sehingga administrasi keuangan menjadi lebih tertib dan pertanggungjawabannya semakin baik,” demikian harapan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.