Dampaknya juga merembet ke sektor pendidikan dan pariwisata. Ketika kualitas udara memburuk, kegiatan belajar-mengajar di sekolah dapat terganggu. Aktivitas wisata ikut terpengaruh, sementara pekerja perkebunan kesulitan menjalankan pekerjaan mereka.

 

"Sekolah nganti tutup, pariwisata dadi sepi, lan wong-wong sing nyambut gawe neng kebon ora bisa padha kerja," ujarnya.

 

Artinya, sekolah sampai tutup, pariwisata menjadi sepi, dan orang-orang yang bekerja di perkebunan tidak bisa bekerja seperti biasanya.

 

Kalam kemudian menyoroti dampak ekonomi yang turut dirasakan pekerja asal Indonesia di Malaysia. Ketika pekerjaan terhenti, penghasilan mereka ikut terancam. Kondisi itu membuat mereka kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mengirim uang kepada keluarga di tanah air.

 

"Ora bisa kerja, ora oleh duit. Urip arep terus piye? Arep ngirim duit kanggo anak bojo neng Indonesia," katanya.