Kalam kemudian melontarkan sindiran mengenai kemampuan hutan Malaysia sendiri dalam menghasilkan oksigen.

 

"Alas Malaysia kuwi apa, mung pokok plastik? Ora bisa ngasilake oksigen?" katanya.

 

Artinya, "Memangnya hutan Malaysia hanya terbuat dari plastik? Tidak bisa menghasilkan oksigen?"

 

Sindiran tersebut diarahkan pada anggapan yang menurutnya tidak pantas digunakan untuk menanggapi penderitaan masyarakat akibat kabut asap. Ia ingin persoalan itu dibahas secara serius, bukan dibalas dengan candaan mengenai kontribusi hutan masing-masing negara.

 

Melalui pernyataannya di parlemen, Kalam meminta pemerintah Indonesia mengambil langkah nyata untuk mengatasi karhutla dan mencegah kabut asap terus berulang setiap tahun.