estoria.id - Tak hanya dikenal sebagai penambang garam dan pedagang, masyarakat Madura sejak lama juga memiliki identitas kuat sebagai pelaut tangguh. Tradisi melaut telah menjadi bagian dari kehidupan mereka selama berabad-abad, bahkan mendorong perpindahan penduduk dari Pulau Madura ke berbagai wilayah di pesisir Jawa Timur.
Salah satu buktinya terlihat di kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur. Hingga kini, bahasa Madura masih banyak digunakan di wilayah tersebut. Kondisi itu menjadi jejak sejarah migrasi masyarakat Madura yang menyeberangi Selat Madura menggunakan jalur laut untuk mencari penghidupan baru.
Sejarawan Kuntowijoyo dalam bukunya Perubahan Sosial dalam Masyarakat Agraris: Madura 1850–1940 menjelaskan bahwa transportasi laut telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Madura.
Di sepanjang pesisir utara maupun selatan Pulau Madura, masyarakat membangun sejumlah pelabuhan sederhana yang dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas penangkapan ikan dan pelayaran.
"Transportasi laut telah menjadi bagian hidup dari orang-orang Madura. Sepanjang Pantai Utara dan Selatan beberapa pelabuhan telah dibangun oleh penduduk asli, digunakan untuk menangkap ikan. Tentu saja, orang Madura adalah pelaut ulung," tulis Kuntowijoyo.