Keahlian tersebut membuat para pelaut Madura mampu menjelajahi berbagai perairan Nusantara. Mereka rutin berlayar hingga kawasan Laut Jawa dan Selat Makassar untuk berdagang, menangkap ikan, maupun membuka permukiman baru.

 

Kemampuan navigasi orang Madura bahkan mendapat pengakuan dari penulis asal Inggris, Theodora Benson, yang berkunjung ke Hindia Belanda pada dekade 1930-an. Dalam tulisannya berjudul Berkeliling Sulawesi bersama Orang Belanda yang dimuat dalam buku Indonesia Timur Tempo Doeloe 1544–1992, Benson menempatkan pelaut Madura sebagai salah satu yang terbaik di Nusantara.

 

"Di negeri kepulauan ini, mereka (orang Bugis-Makassar) adalah nakhoda-nakhoda yang tak ada tandingannya. Orang Madura ada di urutan kedua dalam bidang pelayaran," tulis Benson.

 

Pengakuan tersebut memperlihatkan bahwa masyarakat Madura bukan hanya dikenal sebagai pekerja keras di daratan, tetapi juga memiliki tradisi maritim yang kuat. Kemampuan mereka mengarungi lautan telah menjadi bagian penting dari sejarah pelayaran dan migrasi masyarakat Nusantara sejak ratusan tahun lalu.