estoria.id - Tak hanya dikenal sebagai penambang garam dan pedagang, masyarakat Madura sejak lama juga memiliki identitas kuat sebagai pelaut tangguh. Tradisi melaut telah menjadi bagian dari kehidupan mereka selama berabad-abad, bahkan mendorong perpindahan penduduk dari Pulau Madura ke berbagai wilayah di pesisir Jawa Timur.

 

Salah satu buktinya terlihat di kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur. Hingga kini, bahasa Madura masih banyak digunakan di wilayah tersebut. Kondisi itu menjadi jejak sejarah migrasi masyarakat Madura yang menyeberangi Selat Madura menggunakan jalur laut untuk mencari penghidupan baru.

 

Sejarawan Kuntowijoyo dalam bukunya Perubahan Sosial dalam Masyarakat Agraris: Madura 1850–1940 menjelaskan bahwa transportasi laut telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Madura. 

 

Di sepanjang pesisir utara maupun selatan Pulau Madura, masyarakat membangun sejumlah pelabuhan sederhana yang dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas penangkapan ikan dan pelayaran.

 

"Transportasi laut telah menjadi bagian hidup dari orang-orang Madura. Sepanjang Pantai Utara dan Selatan beberapa pelabuhan telah dibangun oleh penduduk asli, digunakan untuk menangkap ikan. Tentu saja, orang Madura adalah pelaut ulung," tulis Kuntowijoyo.

 

Keahlian tersebut membuat para pelaut Madura mampu menjelajahi berbagai perairan Nusantara. Mereka rutin berlayar hingga kawasan Laut Jawa dan Selat Makassar untuk berdagang, menangkap ikan, maupun membuka permukiman baru.

 

Kemampuan navigasi orang Madura bahkan mendapat pengakuan dari penulis asal Inggris, Theodora Benson, yang berkunjung ke Hindia Belanda pada dekade 1930-an. Dalam tulisannya berjudul Berkeliling Sulawesi bersama Orang Belanda yang dimuat dalam buku Indonesia Timur Tempo Doeloe 1544–1992, Benson menempatkan pelaut Madura sebagai salah satu yang terbaik di Nusantara.

 

"Di negeri kepulauan ini, mereka (orang Bugis-Makassar) adalah nakhoda-nakhoda yang tak ada tandingannya. Orang Madura ada di urutan kedua dalam bidang pelayaran," tulis Benson.

 

Pengakuan tersebut memperlihatkan bahwa masyarakat Madura bukan hanya dikenal sebagai pekerja keras di daratan, tetapi juga memiliki tradisi maritim yang kuat. Kemampuan mereka mengarungi lautan telah menjadi bagian penting dari sejarah pelayaran dan migrasi masyarakat Nusantara sejak ratusan tahun lalu.