ESTORIA – PT Pos Indonesia (Persero), salah satu badan usaha milik negara (BUMN) tertua di Indonesia, tengah menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan penyimpangan tata kelola perusahaan, termasuk indikasi manipulasi laporan keuangan. Kondisi tersebut membuat Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) turun tangan dengan melakukan audit dan investigasi menyeluruh.
Langkah audit dilakukan setelah Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph, resmi mengundurkan diri pada Kamis (02/07/2026). Danantara mengaku telah menerima sejumlah laporan terkait dugaan penyimpangan yang kini sedang diproses sesuai mekanisme hukum dan ketentuan yang berlaku.
"Kami juga menerima laporan serta menemukan indikasi berbagai penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa keuangan, yang saat ini sedang ditindaklanjuti melalui mekanisme audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku," demikian pernyataan Danantara yang dikutip pada Minggu (05/07/2026).
Di tengah proses audit tersebut, sejarah panjang PT Pos Indonesia kembali menjadi perhatian. Perusahaan ini merupakan salah satu institusi tertua di Indonesia yang jejaknya telah dimulai sejak era kolonial Belanda.
Berdasarkan catatan resmi perusahaan, cikal bakal Pos Indonesia bermula dari berdirinya kantor pos pertama di Batavia pada 26 Agustus 1746 atas prakarsa Gubernur Jenderal G.W. Baron van Imhoff. Kehadiran kantor pos saat itu bertujuan menjamin keamanan pengiriman surat bagi para pedagang dan masyarakat yang melakukan perjalanan antara Hindia Belanda dan Belanda.