Ia merupakan putra dari KH Ahmad Djazuli Utsman dan Nyai Hj Rodliyah Djazuli. Kiai Huda bersama saudara-saudaranya meneruskan pengelolaan Pesantren Al-Falah setelah wafatnya sang ayah.

 

Dalam menjalankan kehidupan pesantren, Kiai Huda dikenal teguh memegang prinsip ta'lim wa ta'allum, yakni belajar dan mengajar. Tradisi tersebut menjadi bagian penting dari warisan keilmuan yang ditanamkan ayahnya.

 

Aktivitasnya banyak dihabiskan untuk mendampingi santri dan mengajarkan kitab-kitab klasik. Salah satu pengajian yang diasuhnya adalah kajian Al-Hikam.

Di lingkungan NU, Kiai Huda dipercaya sebagai Mustasyar PBNU. Ia juga pernah masuk dalam jajaran AHWA pada Muktamar ke-34 NU di Lampung.

 

2. KH Tgk Nuruzzahri Yahya

 

Dari Aceh, terdapat nama KH Tgk Nuruzzahri Yahya, ulama yang dikenal dengan sapaan Waled NU.