Pernyataan tersebut kemudian memancing ribuan komentar warganet. Perbandingan itu pun membuka kembali perdebatan mengenai seberapa besar beban pajak kendaraan yang harus ditanggung masyarakat Indonesia dibandingkan negara-negara lain di kawasan.

 

Meski demikian, angka dan komponen pungutan yang disampaikan dalam video tersebut merupakan klaim pembuat konten dan perlu diverifikasi dengan ketentuan perpajakan serta biaya kepemilikan kendaraan yang berlaku di masing-masing negara.