Ia kemudian menyebut sejumlah negara sebagai pembanding untuk memperkuat pandangannya mengenai hukuman berat terhadap pelaku korupsi.

 

“Mana buktinya? Faktanya belajar dari Cina Xinjiang itu sudah nyata,” ucapnya.

 

Das’ad juga menyinggung Arab Saudi dengan menyebut hukuman berat dalam konteks tindak pidana tertentu.

 

“Arab Saudi koruptor kisas potong kepalanya kalau besar. Indonesia potong masa tahanan, bagaimana tidak menjamur korupsi,” tuturnya.

 

Pernyataan tersebut pun memantik beragam reaksi warganet. Kolom komentar video tersebut dipenuhi tanggapan publik, baik yang memperdebatkan efektivitas hukuman ekstrem maupun yang mempertanyakan aspek hukum dan kemanusiaan dari usulan tersebut.