"Kadang kita pun kadang-kadang kalau kita tidak senang dengan seseorang, semuanya jadi dinisbatkan kepada orang tersebut," katanya.

 

Ia meminta masyarakat membedakan antara kesalahan kebijakan dengan kesalahan teknis yang dilakukan oleh pelaksana.

 

"Jadi rakyat yang benar, misal jujur, kalau memang bukan kesalahan presiden, ya jangan dinisbatkan. Itu biarlah biasa jadi urusan tukang masak," ujar Buya Yahya.

 

Meski demikian, ia mengatakan persoalannya menjadi berbeda apabila ditemukan indikasi bahwa masalah tersebut memang bersumber dari kebijakan atau keputusan pemerintah.

 

"Akan tetapi kalau ada kesalahan presiden, dari sisi misalnya, uh, saya melihat ada banyak kejahatan di balik ini semua dan sebagainya, itu yang perlu kita nilai. Lalu kita kembalikan, tanyakan, wahai Bapak Presiden," katanya.