Politisi PDI Perjuangan tersebut menegaskan, nilai-nilai keteladanan para raja harus diterjemahkan dalam tindakan nyata. Baik aparatur pemerintahan maupun masyarakat memiliki tanggung jawab untuk meneruskan semangat pengabdian dan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Fauzi juga menekankan bahwa kemajuan daerah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk membangun Sumenep, meningkatkan kesejahteraan, serta memperkuat daya saing daerah.

 

Namun, ia mengingatkan agar upaya mengejar kemajuan tidak membuat masyarakat tercerabut dari akar sejarah dan kebudayaannya. Identitas lokal, tradisi, serta warisan leluhur harus tetap dirawat sebagai kekayaan yang tidak boleh hilang ditelan perkembangan zaman.

 

Baca Juga:TUKANG PARKIR

“Sudah sepatutnya kita mendoakan beliau-beliau sekaligus meneladani kepemimpinannya dalam membangun daerah. Semangat perjuangan para leluhur harus menjadi motivasi untuk membawa Sumenep semakin maju dan sejahtera tanpa meninggalkan akar budayanya,” tegasnya.

 

Rangkaian ziarah diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama di kompleks pemakaman pertama. Setelah itu, rombongan bergerak menuju sejumlah kompleks pemakaman lainnya hingga mencapai makam Sultan Abdurrahman Pakunataningrat I, salah satu raja Sumenep yang dikenal memiliki keteladanan dalam ilmu agama dan kepemimpinan.