“Masukan dari para ahli kami mengungkapkan bahwa gestur yang digunakan itu jelas menyerupai simbol ‘OK’ terbalik, yang digunakan sebagai lambang kekuatan kulit putih di kalangan sayap kanan ekstrem dunia,” kata Fare Network dalam pernyataannya.

 

Organisasi tersebut bahkan menilai Evans tidak layak lagi mendapatkan penugasan di turnamen ini.

 

“Jelas ofisial ini seharusnya tidak punya peran lebih jauh di Piala Dunia ini,” tegas Fare, seperti dikutip The Guardian.

 

Fare juga menduga gestur tersebut dilakukan secara sengaja di hadapan kamera. Di Amerika Serikat, simbol yang sama telah masuk dalam daftar simbol kebencian yang dipantau oleh Anti-Defamation League (ADL), organisasi yang awalnya didirikan untuk melindungi komunitas Yahudi dari diskriminasi.

 

Sejumlah kasus serupa sebelumnya juga pernah mendapat respons tegas di AS. Pada 2018, seorang anggota penjaga pantai dilaporkan dibebastugaskan setelah melakukan gestur tersebut.