"VAR seperti sedang minum kopi," ujar Queiroz, menggambarkan frustrasinya terhadap keputusan wasit, Senin (29/06/2026).

 

Di laga lain, Brasil turut menjadi pihak yang merasa dirugikan. Gol Vinícius Júnior dianulir karena dianggap terjadi pelanggaran ringan dalam proses terciptanya gol. Keputusan tersebut memancing protes keras dari Federasi Sepak Bola Brasil yang mendesak FIFA melakukan evaluasi terhadap konsistensi penerapan VAR sepanjang turnamen.

 

Kontroversi juga terjadi dalam duel Ekuador melawan Jerman. Gol Leroy Sané tetap disahkan meski sebelumnya muncul dugaan pelanggaran berbahaya dalam proses serangan. VAR memilih tidak melakukan intervensi, keputusan yang memicu protes keras dari kubu Ekuador.

 

Rangkaian insiden tersebut semakin memperpanjang daftar polemik penggunaan VAR di Piala Dunia 2026. Teknologi yang awalnya diharapkan mampu menghadirkan keputusan lebih akurat justru kembali dipertanyakan karena dianggap belum diterapkan secara konsisten di setiap pertandingan.