Maruarar juga memastikan penyelenggaraan turnamen tidak menggunakan anggaran negara. Seluruh kebutuhan operasional berasal dari dukungan sponsor yang nilainya terus meningkat.

 

"Kami tidak menggunakan uang negara. Sampai sekarang panitia sudah mengumpulkan sekitar Rp70 miliar dari sponsor. Turnamennya berlangsung kurang dari dua pekan, tetapi nilai sponsornya mendekati Rp100 miliar," ungkapnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, panitia juga mengakhiri spekulasi mengenai lokasi babak semifinal dan final. Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa babak semifinal akan ditiadakan sehingga dua juara grup langsung bertemu di partai puncak.

 

Namun, skenario tersebut dipastikan batal. Babak semifinal tetap digelar, hanya saja tidak berlangsung di Surabaya. Setelah berkomunikasi langsung dengan Ketua Umum PSSI Erick Thohir, diputuskan bahwa seluruh pertandingan semifinal, perebutan tempat ketiga, dan final akan dilaksanakan di Bali.

 

"Saya usulkan tempatnya di Bali," kata Maruarar saat berbicara melalui sambungan telepon dengan Erick Thohir.