estoria.id - Madura United memilih cara yang tak biasa untuk memperkenalkan skuadnya menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Alih-alih menggelar seremoni di stadion atau pusat perbelanjaan, klub berjuluk Laskar Sape Kerrab itu melaksanakan peluncuran tim di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Cholil, Bangkalan, Sabtu (15/08/2026).
Suasana religius terasa begitu kental dalam acara tersebut. Jajaran pelatih, staf, hingga para pemain tampil mengenakan sarung dan berbaur dengan ribuan santri yang memenuhi lokasi kegiatan. Kehadiran para kiai dan santri menjadi bagian penting dalam prosesi peluncuran tim yang diwarnai doa bersama untuk perjalanan Madura United musim depan.
Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, mengatakan bahwa memilih pesantren sebagai lokasi launching bukanlah hal baru bagi klubnya. Menurutnya, pendekatan serupa pernah dilakukan sebelumnya dan membawa energi positif bagi perjalanan tim.
“Saat ini kita memilih Nurul Cholil selain dekat dengan kami dan memiliki ribuan santri. Sambutannya luar biasa. Kami berharap doa para santri dan para kiai yang tadi bersama-sama berdoa untuk Madura United dikabulkan oleh Allah SWT pada musim kompetisi mendatang,” ujar Achsanul.
Ia berharap Madura United mampu memperbaiki pencapaian dalam dua musim terakhir yang berakhir di papan bawah klasemen. Dukungan moral dan doa dari kalangan pesantren diyakini dapat menjadi tambahan motivasi bagi tim untuk bangkit dan bersaing lebih kompetitif.
Dalam kesempatan yang sama, Achsanul juga menyampaikan pesan khusus kepada para santri agar terus tekun menuntut ilmu dan menjaga semangat keislaman. Ia meyakini para santri memiliki peran besar dalam menentukan masa depan bangsa.
“Suatu saat kalian akan menjadi bagian dari pemimpin negeri ini. Insya Allah dari Nurul Cholil akan lahir pemimpin-pemimpin Indonesia yang baik, yang mampu memperbaiki Madura dan Indonesia ke depan,” katanya.
Sementara itu, putra pengasuh Pondok Pesantren Nurul Cholil, KH Hasani Zubair (Ra Hasani), mengaku terkesan dengan antusiasme para santri terhadap sepak bola. Bahkan, banyak di antara mereka yang mengenal para pemain Madura United secara langsung.
Menurut anggota DPR RI tersebut, keberadaan Madura United di kasta tertinggi sepak bola nasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Madura.
“Mudah-mudahan Madura United bisa terus mengharumkan nama Madura di Liga 1. Tadi banyak santri yang mendoakan, semoga Madura United selalu menjadi lebih baik ke depannya,” ucap Ra Hasani.
Dukungan juga datang dari Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, yang menilai peluncuran tim di lingkungan pesantren mencerminkan upaya Madura United menjaga identitas dan budaya masyarakat Madura yang lekat dengan tradisi keagamaan.
Menurutnya, doa para masyayikh dan santri menjadi fondasi spiritual yang penting sebelum tim mengarungi kompetisi panjang musim ini.
“Ini menunjukkan bahwa setiap kegiatan tetap mempertahankan nilai dan kultur budaya Madura. Mudah-mudahan semangat, spirit, dan doa dari para masyayikh serta santri dapat membawa nama Madura semakin harum di tingkat nasional,” tutur Lukman.