Masalah semakin rumit ketika mereka menyadari tidak sendirian di lautan. Kawanan hiu predator mulai mengelilingi bangkai pesawat yang perlahan tenggelam, menjadikan para korban sebagai sasaran empuk.
Dalam situasi genting tersebut, Kapten Rich yang terjebak di kokpit memerintahkan Ben untuk mengambil alih kepemimpinan dan menyelamatkan sebanyak mungkin penumpang sebelum bagian depan pesawat sepenuhnya tenggelam.
Harapan sempat muncul ketika awak kabin Penny berusaha mengambil Emergency Locator Transmitter (ELT), alat pelacak darurat yang dapat membantu tim penyelamat menemukan lokasi mereka. Namun misi itu berakhir tragis setelah ia diserang hiu saat berenang menuju bagian tengah bangkai pesawat.
Sejak saat itu, perjuangan bertahan hidup berubah menjadi perlombaan melawan waktu. Para korban harus menghadapi luka-luka, kelelahan, keterbatasan logistik, dan serangan hiu yang datang tanpa peringatan.
Jumlah penyintas terus berkurang hingga tersisa kurang dari 30 orang. Dalam kondisi penuh tekanan, Ben mengumpulkan para korban menggunakan dua rakit penyelamat dan berusaha membawa mereka keluar dari zona maut sambil menunggu bantuan datang.
Disutradarai oleh Renny Harlin, sineas yang dikenal lewat film kultus hiu Deep Blue Sea (1999), Deep Water menawarkan ketegangan tanpa henti dengan latar lautan luas yang menyesakkan. Naskah film ini ditulis oleh Pete Bridges, John Kim, Shayne Armstrong, S.P. Krause, dan Damien Power.