Sejak kebakaran terjadi, operasi pemadaman melibatkan berbagai unsur, mulai dari petugas Balai Besar TNBTS, Manggala Agni, Korps Marinir, BPBD, BNPB, TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat sekitar.
Selain pemadaman darat, upaya penanganan juga diperkuat melalui operasi udara. Pada Sabtu (08/08/2026), BPBD Kabupaten Malang mencatat tiga helikopter dikerahkan secara bergantian untuk melakukan water bombing.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyebut total air yang dijatuhkan melalui operasi water bombing mencapai 4.800 liter dalam sehari.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan BNPB untuk mempercepat pemadaman. Dukungan helikopter dari Kalimantan Tengah dan TNI AL turut dikerahkan guna membantu menjinakkan api yang masih membakar kawasan konservasi tersebut.