Menanggapi polemik yang terus bergulir, The Sounds Project pada Selasa (11/08/2026) mengeluarkan pernyataan resmi melalui akun Instagram mereka. Dalam keterangannya, penyelenggara mengaku marah, kecewa, sekaligus mengecam tindakan yang menjadikan ajaran agama sebagai bagian dari promosi produk.

 

“Kami tidak pernah dan tidak akan pernah membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun,” tulis manajemen The Sounds Project.

 

Mereka menegaskan bahwa aktivitas tersebut terjadi di luar arahan, persetujuan, maupun kendali penyelenggara acara. The Sounds Project juga menegaskan tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk tindakan yang berpotensi menyinggung agama, suku, ras, maupun antargolongan (SARA).

 

Sebagai tindak lanjut, penyelenggara mengaku telah memberikan teguran kepada pihak sponsor dan meminta kasus tersebut diselesaikan hingga tuntas. Mereka juga mengawal proses identifikasi pihak-pihak yang terlibat langsung dalam insiden tersebut agar dapat dimintai pertanggungjawaban.

 

Selain itu, evaluasi internal juga akan dilakukan untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang pada penyelenggaraan acara mendatang.