Dengan angka tersebut, Mahfud menilai persoalan keracunan MBG bukan lagi kasus yang berdiri sendiri. Ia melihat ada persoalan sistemik yang belum berhasil diselesaikan pemerintah.
“Artinya, dari delapan bulan di tahun 2026 itu jumlahnya tiga kali lipat lebih dibandingkan tahun kemarin,” katanya.
Menurut Mahfud, kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan dalam pelaksanaan MBG bersifat berkelanjutan.
“Bencananya berarti berkelanjutan dan Pak Sudaryono gagal untuk mengatasi ini,” tegasnya.
Meski demikian, Mahfud tidak sepenuhnya menyalahkan Sudaryono sebagai individu. Ia menilai persoalannya jauh lebih besar, yakni berkaitan dengan kebijakan pemerintah dan ruang gerak dalam melakukan pembenahan.