Isu Papua kemudian semakin meluas ke tingkat internasional. Sejumlah organisasi internasional serta kelompok parlemen internasional disebut turut membawa persoalan Papua ke forum global.
"Yang pertama adalah revolusi senjata, yang kedua adalah revolusi dan diplomasi, yang ketiga muncul internasionalisasi. Yang keempat adalah sistem klandestin," ujar Pigai.
Dengan perkembangan tersebut, Pigai menilai dinamika konflik Papua kini memiliki pola yang lebih kompleks dibandingkan periode sebelumnya. Ia secara khusus mengingatkan agar kekerasan yang menyasar masyarakat berdasarkan identitas tidak dibiarkan berkembang menjadi pola yang menetap di tengah masyarakat.