estoria.id - Sepekan lebih setelah Moh. Firman Ramadhani alias Dani meninggal dunia, kepastian mengenai penjelasan medis atas kematiannya masih belum diperoleh keluarga. Upaya awak media meminta klarifikasi kepada manajemen Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep pun belum membuahkan hasil.

 

Pada Rabu (21/10/2026) siang, estoria.id bersama sejumlah awak media mendatangi RS BHC Sumenep untuk meminta konfirmasi lanjutan terkait kematian Dani pada Selasa (13/10/2026). 

 

Kedatangan tersebut bertujuan menelusuri perkembangan penanganan kasus sekaligus meminta penjelasan mengenai sejumlah pertanyaan yang masih menggantung.

 

Namun, upaya itu kembali menemui jalan buntu. Petugas keamanan yang berjaga di rumah sakit mengaku tidak mengetahui keberadaan pejabat sementara (PJs) Direktur RS BHC Sumenep, dr. Tedjo Wahyu Putranto, maupun Manager Humas dan Marketing, Sandra Rahestri.

 

“Saya tidak tahu, kapan masuknya, nggak keliatan sejak kemarin,” ujar Achmad, petugas keamanan RS BHC Sumenep, kepada awak media.

 

Achmad juga tidak dapat memastikan kapan direktur rumah sakit kembali berkantor.

 

Sementara itu, berdasarkan pantauan awak media di lokasi, mobil dinas milik direktur terlihat terparkir di lingkungan rumah sakit. Kendati demikian, keberadaan kendaraan tersebut tidak memastikan apakah direktur berada di dalam gedung atau tidak.

 

Hingga upaya konfirmasi berakhir, awak media belum berhasil memperoleh keterangan langsung dari pihak manajemen mengenai perkembangan penanganan kasus kematian pasien tersebut.

 

Di tengah belum adanya kejelasan tersebut, redaksi estoria.id kembali menghubungi pihak terkait untuk menanyakan kepastian penjelasan medis mengenai kematian Dani.

 

Namun, jawaban yang diterima masih singkat dan belum memberikan kepastian yang diharapkan.

 

“Belum,” tulis pihak yang dihubungi saat ditanya mengenai kepastian penjelasan medis untuk almarhum, Rabu (21/10/2026) sore.

 

Di sisi lain, keresahan serupa juga disuarakan pihak keluarga melalui media sosial. Melalui akun TikTok @dihcuih6, seseorang yang menyebut Dani sebagai adiknya mengungkapkan bahwa keluarga masih menunggu kepastian dari rumah sakit.

 

Dalam kolom komentar unggahannya, pemilik akun tersebut menuliskan keluhannya mengenai belum adanya penjelasan yang diterima keluarga, meski hampir tujuh hari telah berlalu sejak Dani meninggal dunia.

 

“Udh mau 7hari dr meninggalnya adekku masih belom ada kepastian dr pihak rumah skitnya,” tulis akun tersebut.

 

Pemilik akun yang sama juga mengungkapkan alasan menghapus video sebelumnya. Ia menyebut unggahan tersebut kembali mengingatkannya pada luka mendalam akibat peristiwa yang dialami keluarganya.

 

“Kenapa saya ngapus vidio ini karena saya teringat dengan LUKA yang mendalam yang sangat menyayat hati ini.”

 

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa polemik kematian Dani tidak hanya menyisakan pertanyaan mengenai aspek medis, tetapi juga meninggalkan beban emosional bagi keluarga yang ditinggalkan.

 

Keluarga sebelumnya juga mengungkapkan dugaan adanya peristiwa medis sebelum Dani meninggal. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi serta pemeriksaan lebih lanjut dan tidak dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab kematian.

 

Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum memperoleh penjelasan langsung dari PJs Direktur RS BHC Sumenep maupun Manager Humas dan Marketing terkait perkembangan kasus tersebut.