Di tengah pembahasan mengenai penanganan kasus kematian pasien, Fauzi tiba-tiba menyebut nama Dayat.
“Belum selesai urusan BHC ini? Percuma ada Dayat,” katanya usai diwawancarai awak media.
Ucapan singkat itu memunculkan pertanyaan baru: siapa Dayat yang dimaksud Fauzi, dan apa kaitannya dengan persoalan RS BHC Sumenep?
Hingga berita ini diterbitkan, identitas serta kapasitas Dayat dalam persoalan tersebut belum terkonfirmasi secara independen. Fauzi juga tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai maksud pernyataannya itu dalam wawancara tersebut.
Redaksi membuka ruang bagi Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, Dayat, manajemen RS BHC, keluarga pasien, serta pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan guna memastikan persoalan ini dapat dipahami secara utuh dan berimbang.