estoria.id – Sepekan setelah Moh. Firman Ramadhani alias Dani meninggal dunia, keluarga belum memperoleh penjelasan medis yang menyeluruh mengenai penanganan yang diterima pemuda berusia 22 tahun tersebut di Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep, Madura, Jawa Timur.

 

Di tengah penantian keluarga, perkembangan baru muncul pada Senin (19/10/2026). Jajaran manajemen RS BHC Sumenep disebut telah berangkat ke Surabaya setelah mendapat panggilan dari MH Said Abdullah, politikus PDI Perjuangan yang dikenal dengan sapaan Buya Said.

 

Informasi itu disampaikan petugas keamanan rumah sakit ketika awak media kembali mendatangi BHC Sumenep untuk meminta klarifikasi langsung mengenai kematian Dani dan perkembangan investigasi internal yang sebelumnya dijanjikan manajemen.

 

Namun, agenda pertemuan yang disebut melibatkan Said Abdullah belum terkonfirmasi secara resmi. Belum diketahui alasan pemanggilan, pokok pembicaraan, maupun kaitannya dengan kasus kematian pasien BPJS Kesehatan tersebut.

 

Sementara itu, keluarga masih mempertanyakan penanganan medis Dani. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep juga belum memberikan penjelasan lanjutan yang memadai mengenai tindak lanjut perkara tersebut.