ESTORIA - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Angkatan Darat Iran melontarkan ancaman keras kepada Amerika Serikat dan Israel. Teheran menegaskan tidak akan tinggal diam apabila kembali mendapat serangan, bahkan mengklaim siap membuka “front perang baru” dengan strategi dan persenjataan yang berbeda.
Peringatan itu disampaikan Juru Bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, dalam sebuah pertemuan publik di Lapangan Valiasr, Teheran. Dalam pidatonya, Akraminia menegaskan bahwa Republik Islam Iran tidak akan bisa ditekan maupun dikalahkan melalui ancaman militer.
“Jika musuh kembali melakukan kesalahan dan jatuh ke dalam perangkap Zionis dengan melancarkan agresi baru terhadap Iran, kami akan membuka front baru dengan alat dan metode yang berbeda,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Iran tengah menyiapkan eskalasi baru di tengah situasi regional yang belum benar-benar stabil pasca konflik besar beberapa waktu terakhir.
Akraminia juga mengungkapkan bahwa masa gencatan senjata tidak dimanfaatkan Iran untuk bersantai. Sebaliknya, periode itu justru disebut sebagai momentum memperkuat kemampuan tempur dan konsolidasi militer.
Menurutnya, Angkatan Bersenjata Iran tetap berada dalam posisi siaga penuh meski gencatan senjata telah berlangsung sejak awal April lalu.