ESTORIA - Malam itu, harapan yang nyaris memudar kembali menyala di Pulau Masalembu. Setelah berhari-hari membuat keluarga diliputi kecemasan dan warga pesisir terus memanjatkan doa, kabar yang dinanti akhirnya datang: Hermadi, nelayan yang sebelumnya hilang kontak saat melaut, ditemukan dalam keadaan selamat.
Kabar tersebut sontak menyebar dari rumah ke rumah, dari dermaga ke perkampungan nelayan. Rasa syukur pecah di tengah masyarakat yang sejak awal mengikuti perkembangan pencarian dengan penuh harap.
Hermadi ditemukan pada Jumat malam (05/06/2026) sekitar pukul 22.45 WIB di perairan sebelah barat daya Pulau Masalembu, sekitar 20 mil laut dari lokasi yang biasa menjadi jalur aktivitas nelayan setempat.
Saat ditemukan, Hermadi berada di tengah lautan yang luas, jauh dari daratan. Kondisi yang sempat membuat banyak pihak khawatir mengingat selama hilang kontak tidak ada kabar maupun tanda keberadaannya. Namun semangat para nelayan Masalembu untuk menemukan rekannya tak pernah surut.
Sejak kabar hilangnya Hermadi diterima, sejumlah nelayan langsung bergerak melakukan pencarian secara mandiri. Mereka meninggalkan aktivitas mencari ikan dan memilih menyisir lautan demi menemukan sahabat sesama pencari nafkah di laut.
Perahu milik Wak H. Rasak menjadi yang pertama menemukan Hermadi. Sejumlah nelayan lain, termasuk kru perahu milik Mathari, juga terlibat aktif dalam operasi pencarian yang berlangsung tanpa mengenal lelah.
“Alhamdulillah, Hermadi berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Ini merupakan hasil kerja sama dan kepedulian para nelayan yang sejak awal bahu-membahu melakukan pencarian,” ujar perwakilan Tim Informasi Nelayan Rawatan Samudra Masalembu, Sabtu (06/06/2026).
Pencarian dilakukan dengan mengandalkan pengalaman para nelayan membaca arah arus, kondisi cuaca, serta kemungkinan titik hanyut korban. Koordinasi dilakukan dari satu perahu ke perahu lainnya melalui komunikasi lapangan yang terus diperbarui selama proses pencarian berlangsung.
Ketika Hermadi ditemukan, para awak perahu yang menolongnya segera memberikan bantuan dan memastikan kondisinya aman. Beruntung, nelayan tersebut masih dalam keadaan selamat dan stabil sebelum dipersiapkan untuk kembali ke kampung halamannya.
Bagi keluarga Hermadi, kabar itu menjadi jawaban atas doa yang tak putus-putus dipanjatkan sejak hari pertama ia dinyatakan hilang kontak.
Di Masalembu, banyak warga mengaku sempat khawatir mengingat cuaca laut yang tidak selalu bersahabat. Namun keyakinan bahwa Hermadi masih bisa ditemukan terus dijaga hingga akhirnya kabar baik benar-benar datang.
“Keselamatan di laut adalah tanggung jawab bersama. Ketika ada nelayan mengalami kesulitan, seluruh komunitas bergerak membantu tanpa memandang kepentingan pribadi,” pungkasnya